Monday, April 30, 2007

Say "Alhamdullillah"

Tadi habis berbincang-bincang di dunia maya dengan kakak kelas yang sedang kuliah di jepang, membicarakan tentang universitasnya. *sigh* sebenernya kepengen banget ke sana (especially japan!!), tapi apa dayaku, mungkin sudah kehendak-Nya supaya saya gak ke sana.. Hix jadi teringat kejadian itu..

~~~
Hari itu saya bersama ketiga teman saya sudah selesai mempersiapkan segala keperluan, mulai dari surat rekomendasi, formulir, TOEFL (meski yang satu ini kurang mencukupi..), tetapi semua itu sudah cukup membuat tulang-tulang ini terbanting keras. Mulai dari mengejar-ngejar guru untuk meminta rekomendasi, lalu menagih surat rekomendasinya, mempersiapkan TOEFL hingga kehujanan pula pada saat mengambil hasil tesnya (and the result doesn't make me satisfied yet..). Ya, semua itu sudah dipersiapkan matang-matang, tinggallah Aplication Fee yang belum saya bayar. Pada saat malam harinya, terjadilah insiden tersebut. Ternyata Allah swt. menciptakan keluargaku dengan finansial yang terbatas. And I only can do nothing at that night. Semuanya sudah menjadi bubur. Meskipun masih enak buat dimakan, tapi sudah tidak memenuhi kriteria untuk diikutsertakan ke lomba nasi goreng, bukan? *apa sih abe!* Ya hari itu juga saya mengurungkan niatku untuk melanjutkan ke universitas tersebut...
~~~

Kejadian itu sudah memperkecil kemungkinan saya untuk pergi ke jepang dan melanjutkan kuliah di sana, tapi masih ada satu harapan, yakni MONBUKAGAKUSHO. Ya, Beasiswa dari pemerintah jepang. Namun, terjadi lagi nih..

~~~
Apaan tuh?? Persyaratan Monbukagakusho naik?? menjadi 82 per-mata pelajaran?? Gee.. Insya Allah deh.. Tapi begitu melirik ke try out-try out mata pelajaran pada saat di kelas 3 semester 2, ~not qualified enough~ OMG!! Setelah saya review lagi, Fisika~nilai saya jatuh pada soal Pilihan Ganda, Biologi~PGnya sudah bagus tapi essainya bobrok abis, Kimia~PG maupun essainya hancur lebur menjadi satu. Bagaimana mau dapat monbukagakusho? Masih ada UAS sih, tapi apakah dengan UAS bisa menaikkan rata-rata semua mata pelajaran saya?? tidak ada jaminannya.. kenapa saya bisa begini???
~~~

Yap, semua itu membuat lubang kesempatan saya tuk kuliah di jepang makin kecil. Saya bertanya-tanya, apakah impian ini akan menjadi nyata? atau perlahan-lahan akan menjadi sebuah impian yang muluk belaka..

Tibalah hari ini dimana banyak teman saya yang sudah diterima di universitas *yang cerita pertama* di jepang. Melirik ke mereka semua, menambah kepedihan. Mereka bisa, kenapa saya tidak bisa? Ya Allah, kenapa saya harus begini?

But something has just happened.. pada saat melihat acara TV tadi *lupa namanya* Seorang anak mengatakan bersyukur bahwa dia masih bisa lulus dari SMP??? How come? Bagaimana dengan saya? yang masih bisa melanjutkan kuliah meski dengan finansial yang pas-pasan, bagaimana dengan yang lain yang tidak bisa melanjutkan *bahkan* SMA? Saya sudah cukup beruntung bisa melanjutkan SMA saya, di SMA Unggulan pula. Have i ever thanked to Allah for what Allah has given to me?? Ok, hal ini membuka mata pikiran saya.

Never be Jealous to anyone else, Be thankful for what you had. Cause Allah has already given you the best. *akhirnya kesampean bikin quote dari diri sendiri.. hehe*

1 comments:

iqra anugrah said...

terkadang Allah bekerja dengan cara yang terlalu sulit dipahami oleh makhluk seperti kita...

keep fighting and struggling