Saturday, May 12, 2007

Schizophrenian's Mind War..

Hari ini ku kembali melecutkan diri dari dunia nyata. Dunia yang kejam. Dunia yang seakan menyayat hati ini hingga terkikis abadi. Dunia yang selama ini membuatku perih dan pedih. Seakan aku hanyalah seonggok daging yang sedang dicabik-cabik oleh ganasnya hewan –hewan yang tamak.

Ingin ku tak peduli, tapi peduli adalah salah satu saraf kranialku. Ingin ku acuh, tapi acuh hanyalah sebuah perhiasanku yang sebentar lagi akan hilang dimakan ketamakan orang lain. Bagaimana dengan abai? Bagaimana nasibnya dalam kehidupanmu ini? Hahaha nasibnya tak lebih dari sebuah permen karet. Hanya menimbulkan rasa manis untuk sementara, setelahnya dibuang ke lantai dan di injak-injak oleh orang banyak.

Tahukah anda bahwa “Aku” yang di puisi Chairil Anwar adalah aku yang sebenarnya? Aku adalah binatang jalang! Dari kumpulannya yang terbuang! Aku memang binatang jalang. Yang menghiraukan harga diriku ini diinjak-injak oleh orang banyak, hanya demi pesona indah dan lucu yang kudapat. Namun, tahukah kamu? Semua itu adalah nista. Kemunafikan yang terus tumbuh di dalam diri ini. Kemunafikan yang subur disirami oleh kedengkian, kebencian, dan ketakutan.

Dasar pengecut! Kau biarkan dirimu sendiri diinjak-injak tanpa pembelaan sedikit pun darimu! Layakkah dirimu ini untuk tetap berada di dunia ini? Daripada engkau hidup di kehidupan yang nista ini, alangkah baiknya jika kau meniadakan dirimu sendiri! Mengapa? Sebab tiada guna kau ini! Untuk apa daging yang sudah busuk tetap ditaruh di lemari es? Supaya menjadi lebih bau? Supaya kebusukannya terus merajalela hingga merayapi kesegaran bahan makanan lainnya? Tidak. Daging itu akan segera dibuang! Dilenyapkan dari komunitas lemari esnya.

Diaamm!! Kalian semua diam! Tidakkah cukup bagi kalian untuk merusak jalan pikiranku? Tidakkah cukup bagi kalian untuk membiarkan aku memikirkan apa yang terbaik untukku? Kalian anggap aku sebagai apa?? Babu yang seenaknya saja kalian suruh-suruh?! TKI yang seenaknya saja kalian tampar dan kalian siksa? Seorang murid yang bodoh yang menjadi korban dari kesewenang-wenangan teman-teman lainnya??

Tahukah kalian semua? Aku lebih berharga daripada ocehan-ocehan sarkastik yang kalian lontarkan padaku. Kalian ingin aku mengakhiri hidup ini? Omong kosong, untuk apa aku mengakhiri jalan kehidupanku hanya karena ocehan-ocehan omong kosong kalian!

Dasar bego! Itulah yang membuat kau tersungkur! Jatuh terjerembap ke dalam jurang yang sangat dalam, hingga kau tidak akan pernah kembali ke permukaan lagi. Kau itu lemah dibandingkan kami! Kami adalah bayangan yang ditimbulkan oleh matahri kehidupanmu, kami adalah unsur Fe yang berada di dalam darahmu, kami adalah dendrit yang menyalurkan semua impuls ke dalam badan selmu! Ternyata benar selama ini, kamu tidaklah lebih berharganya dari seonggok daging busuk!

DOR!

2 comments:

rickisaputra said...

wah.. kayaknya lagi tabrakan semua yah memory otaknya..
jadinya posting yang campur sari dan nggak jelas hendak kemana tujuannya..

sabar yah...
setiap orang masih tetap bisa memilih, dalam hidup..

semangat!!!

アベ said...

hahaha, itu pan ceritanya lagi schizophrenia, cuma fiksi belaka kok..=P